Jagung Hibrida solusi komoditi pangan untuk pakan dan industri


Komoditi Tanaman Pangan memiliki peranan pokok sebagai pemenuh kebutuhan pangan, pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya cenderung meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan sehingga dari sisi ketahanan pangan Nasional fungsinya menjadi amat penting dan strategis.

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia pada umumnya dan Provinsi Riau dan Kabupaten Rokan Hulu pada khususnya telah mencapai 557.368 jiwa pada tahun 2015 dengan laju pertumbuhan 2,26% telah memunculkan keseriusan akan terjadinya keadaan Rawan Pangan dimasa yang akan datang.

Tanaman jagung merupakan salah satu komoditi pertanian yang sangat potensial dan mendapat perhatian utama pemerintah pusat maupun daerah, sebab tanaman jagung ini merupakan tanaman alternatif kebutuhan pangan yang dapat dikembangkan pada lahan kering.

Sejalan dengan hal tersebut, pada tahun 2016 Kementerian Pertanian telah menetapkan upaya peningkatan produksi yang di fokuskan pada tanaman pangan melalui Program Nasional Upaya Khusus Padi, Jagung, Kedelai atau UPSUS PAJALE.

Menyikapi hal ini diperlukan upaya peningkatan pengelolaan yang dituangkan dalam kegiatan Gerakan Pengembangan Jagung Hibrida melalui penggunaan benih unggul atau hibrida dengan pendekatan Perluasan Areal Tanam atau PAT atau Peningkatan Indek Pertanaman atau PIP atau penggantian komoditas serta dukungan pendampingan dan pengawalan.
Jagung Hibrida solusi komoditi pangan untuk pakan dan industri Jagung Hibrida solusi komoditi pangan untuk pakan dan industri Reviewed by Alfatih on Juli 26, 2016 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.